A PERSPEKTIF BIOETIK PENGGUNAAN VAKSIN COVID-19 TANPA INFORMASI JANGKA PANJANG

Authors

  • Lukman Nur Rahman Tadulako university
  • Muhammad Ardi Munir
  • Vera Diana Towidjojo

Abstract

Pendahuluan : Proses standar pembuatan vaksin 10 hingga 30 tahun untuk tahap pra-klinis dan uji klinis untuk mencapai produksi skala besar setelah persetujuan dan lisensi, namun pengembangan vaksin COVID-19 lebih cepat yaitu 9 bulan dari vaksin standar sehingga menimbulkan dilema etik dalam penggunaan vaksin tanpa informasi jangka panjang Metode : Informasi Literature Review berasal dari database Google Scholar, Science direct, PubMed, Proquest, dan Portal garuda. Kata kunci dalam menemukan artikel “ethics” OR “bioethics” OR “etik” OR “bioetik” AND “vaccine COVID-19 use without long-term information” AND “penggunaan vaksin COVID-19 tanpa informasi jangka panjang” Hasil : Autonomy penggunaan vaksin COVID-19 tanpa informasi jangka panjang harus meminta persetujuan tanpa paksaan untuk vaksinasi. Penggunaan vaksin COVID-19 tanpa informasi jangka panjang, tidak mungkin untuk mengakui bahwa prinsip non-maleficence sepenuhnya terpenuhi, mengingat efek sampingnya mungkin tidak diketahui. Prinsip beneficence mengutamakan perlindungan dan mempertimbangkan risiko serta manfaatnya.
Penggunaan vaksin COVID-19 tanpa informasi jangka panjang justice memastikan bahwa semua orang memiliki kesempatan dan perlindungan yang sama.
Kesimpulan : penggunaan vaksin COVID-19 tanpa informasi jangka panjang harus dengan persetujuan dari penerima vaksin sebagai autonomy. Non-maleficence dan beneficence membutuhkan pertimbangan yang cermat dan lebih mengutamakan beneficence. Justice dalam penggunaan vasksin mempunyai kesempatan yang sama dan perlindungan yang sama.
Kata Kunci: Perspektif Bioetik, Vaksin, COVID-19

Downloads

Published

2024-06-10

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>